KARMA

“Pak, mau tanya. Apakah dalam Islam ada karma?” Bo, pemuda rupawan, bertanya kepada saya.

“Apa itu karma?” Bi, teman yang tempat duduknya bersebelahan dengan Bo, tidak mengerti.

“Sejak minggu lalu, saya berencana  mengirim sharing berjudul What Goes Round, Comes Rounds pada Senin pagi. Dan, Selasa atau Rabu, saya mau kirim tulisan lainnya yang masih berhubungan dengan hal itu. Tapi tak jadi, karena ada peristiwa yang terjadi pada adik ipar, Minggu malam. Digantilah artikel yang semula hendak saya share tersebut dengan tulisan yang berkaitan yang terjadi pada hari Ahad itu: Jika Saatnya Tiba,” saya menjelaskan.

Pada What Goes Round, Comes Round; juga pada artikel sebelumnya, From The Dust To The Dust, terkandung pesan bahwa apabila kita melakukan suatu pekerjaan, baik amal saleh maupun amal salah, akan ada balasannya. Baik dan buruk perbuatan itu, akan kembali kepada kita jua. Saudara-saudara kita di Hindu menyebut hal itu dengan karma atau hukum karma. Secara santai, sebagian orang Sunda menyebutnya dengan hukum mulang. Mulang ka diri sorangan; kembali kepada diri sendiri.

“Emangnya kenapa, Bo?”

“Tetangga saya, suami istri, sebut saja Mari dan Femme, punya bisnis berupa home industry yang memproduksi kue. Pila, pria asal Gunung Kidul, keponakan Mari, bekerja di rumah itu. Pekerjaan berjalan bagus. Sementara produksi terus meningkat. Tanpa sepengetahuan suaminya, Femme ada main dengan Pila. “Pertemuan” tidak halal yang sering kedua insan ini lakukan, tercium Mari.  Bapak pasti tahu, apa yang akan terjadi. Sang suami marah, Femme dicerai. Setelah berpisah dari suami, dan menyendiri, wanita itu malah ditinggalkan kekasih gelapnya. Entah karena merasa kurang tantangan, tidak seru lagi, Pila menjauhi wanita yang barusan dicerai suaminya, lantaran berpacaran sama dia itu.

Janda muda ini, pada akhirnya ada yang meminatinya juga. Ia menikah dengan Jeune. Keluarga ini membuka usaha konfeksi di rumahnya. Karena order pekerjaan bertambah terus, pengusaha itu kewalahan. Femme meminta keponakannya, Ninis, untuk tinggal bersama dia. Lokasi rumah orangtua remaja lulusan SMP ini, di kampungnya di Sukabumi,  jauh dari sekolah. Di Jakarta, ia akan dibantu tantenya, sekolah ke SMA. Sepulang sekolah, Ninis membantu menyelesaikan pesanan-pesanan dari para pelanggan. Gadis manis yang rajin ini menyukai pekerjaannya. Dia kerja dengan bagus, cepat, dan rapi.

Anak manis ini, ternyata, tidak hanya pandai dalam bekerja; dia pun pintar dalam berpacaran. Dan, yang gadis ini pacari adalah majikan dia, pemilik rumah, suami dari tantenya.

Femme, dulu, di belakang suaminya, melakukan hal yang dilarang agama maupun etika. Wanita bersuami ini berpacaran dengan lelaki lain. Femme memiliki pria idaman lain, Pila, yang tidak lain adalah keponakan dari Mari, suami dia. Sekarang, pasangan hidup wanita nakal ini, di tengah-tengah kesibukan bekerja, bermain mata dan yang lainnya, dengan seorang pekerja yang tinggal di rumahnya. Sang suami mempunyai wanita idama lain, Ninis Wilaningsia. Dan, yang lebih menyakitkan hati Femme, perempuan yang menempel di hati sang suami, adalah keponakan dia sendiri!”

Sekali lagi, apa yang kita lakukan, perbuatan baik atau kelakuan buruk, pasti akan kembali kepada diri sendiri. Sesaat, apa yang di depan kita itu, rasanya –boleh jadi- nikmat. Akan tetapi, jika hal itu berupa keburukan dan kita tetap mengerjakannya, penyesalan akan datang kemudian. Setiap keburukan yang kita lakukan, pasti akan mendatangkan kerugian kepada kita sendiri.

Wa qad khaaba man hamala dzulman. Dan sungguh telah merugi orang-orang yang berbuat kezaliman.

Semoga Tuhan jauhkan kita dari hal-hal sedemikian.

Jakarta, Selasa sore, 19 Agustus 2014; berdasarkan penuturan Bo kepada saya, dengan variasi-variasi redaksional.

-Buku ke-4- karya Bapak Jonih Rahmat – SAYANGI YANG DI BUMI ENGKAU AKAN DIKASIHI OLEH YANG DI LANGIT –

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

FROM THE DUST TO THE DUST

“Pak, mengapa ya dalam kehidupan…,” kata-kata Pak Amir terhenti sejenak.

“Emangnya, kenapa?”

“Waktu kecil, kami tinggal  bersama orangtua di Cibadak, Sukabumi. Menjelang masuk SMP, ibu dan bapak saya pindah ke Jakarta; saya tetap di Sukabumi bersama Uwa.”

“Terus?”

“Tahun 2000 saya bekerja di BCA di Bekasi. Saya tinggal di kota itu selama delapan bulan, sedangkan istri masih di Sukabumi.”

“Lanjut!”

“Kemudian saya mendapat panggilan dari Genting Oil dan bekerja di perusahaan itu dengan beberapa kali ganti bos. Terakhir ini membawa Pak Koko. Saya tinggal di Cilandak, belakang Rumah Sakit Fatmawati, dekat lapangan golf. Eh, sekarang, bersama istri dan empat orang anak, kami menetap lagi di Bekasi. Dahulu pernah hidup di Bekasi, sekarang kembali tinggal di Bekasi.”

“Lalu, bagaimana?”

“Kemudian, Pak; dahulu waktu kecil, saya suka main ke rumah paman di Gunungbatu. Dan, sekarang, mengantar Bapak, lewat daerah Gunung Batu lagi.  Jadi, bulak-balik gitu. Apa arti semua ini, Pak?”

“Pak Amir, kata orang-orang pintar, ‘Sejarah itu berulang,’ Seperti roda mobil yang berputar. Kadang dia di atas, kadang di bawah. Dan begitu terus berulang-ulang.”

“Maksudnya, bagaimana, Pak?”

 

“Kalau kita bertemu seseorang, kemudian kita berbuat sebuah kebaikan kepadanya; insya Allah, suatu saat Bapak akan bertemu lagi dengan orang itu atau orang lain dalam hubungannya dengan yang pernah kita lakukan. Demikian pula sebaliknya. Jika kita berbuat keculasan kepada seseorang atau orang banyak, suatu hari, pasti, kita akan bertemu dengan sesuatu yang berhubungan dengan kelakuan itu!”

 

“Wah, amit-amit kalau untuk keburukan!”

 

“Oleh karena itu, hendaknya senantiasa kita berbuat yang baik-baik saja. Dan, janganlah berhenti berbuat kebaikan! Sekecil apa pun! Karena, semua amal perbuatan kita, baik atau buruk, akan kembali kepada kita jua.

 

Seperti halnya asal-usul kita ini. Kita berasal dari tanah, dan suatu saat, kita akan kembali ke tanah. From the dust to the dust!” saya menutup pembicaraan.

 

 

 

 

Berdasarkan obrolan ringan bersama Pak Amir, pilot Kijang Innova asal Cibadak, Sukabumi.  Dalam perjalanan dari Bogor menuju Bandar Udara Soekarno-Hatta, 9 Agustus 2014.

-Buku ke-4- karya Bapak Jonih Rahmat – SAYANGI YANG DI BUMI ENGKAU AKAN DIKASIHI OLEH YANG DI LANGIT –

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Website baru yayasan Ar-Rahmah

Silahkan kunjungi http://yayasanarrahmah.com/

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

TAMU DARI PRANCIS

Senin lalu tepatnya tanggal 19 April 2016, kami mendapatkan kunjungan dari keluarga yg berasal dari negeri eropa yg jauh disana, tepatnya negeri Prancis ia datang bersama isteri tercintanya berkunjung kerumah kami Yayasan Ar-Rahmah.

tentu kami sangat bahagia bisa bertemu dengan orang asih nan pasih berbahasa indonesia… ups… bukan pasih tapi bisa begitu kira-kira sanggahanya ketika kami memuji cara beliau berbicara menggunakan bahasa indonesia. dan beliau sangat suka sekali dengan bahasa indonesia, dan beliau bilang dulu pada saat pertama kali ke indonesia, beliau tidak bisa sama sekali bahasa indonesia, tapi sekarang sudah bisa dan paham.

satu persatu dari anak-anak Yayasan yg pada siang itu kebetulan baru pulang sekolah menyalami beliau, dan beliau sangat senang dengan penyambutan sederhana kami.

beliau bercerita, bahwa ia di indonesia hanya sehari, jadi hari ini mereka berdua akan keliling ketempat pendidikan, yayasan dan panti yatim lainnya. dengan harapan kelak ketika bertemu kembali di tempat yg sama mereka tidak merasa asing.

image

beliau berpesan kepada kami agar belajar dengan rajin, agar kelak bisa menjadi orang yg berguna dan bisa keliling dunia, hehhe.

beberapa kata terlontar dalam bahasa prancis, saling jawab dengan Bapak kami, kami agak loading atau tepatnya memang loading karena memang bahasa asing selama ini kami kenal baru bahasa Arab dan bahasa inggris yg memang sekolahan kami mengajarinya. dan perancis hampir tidak pernah kami mendengarnya dan mungkin kecuali beberapa film yg ada bahasa prancisnya, tapi tetap saja jika di film kami tidak tahu bahasa negara mana itu.

image

selain berpesan agar kami belajar lebih giat lagi, beliau ingin kelak pada pertemuan selanjutnya “saya ingin mendengar beberapa kata dalam bahasa prancis” begitu kira-kira pesan beliau dengan logat khas prancis.

ohya…. ia sangat senang berkunjung ketempat kami karena anak-anaknya ramah dan beautiful, terima kasih dalam bahasa prancis bapak kami menjawabnya.

pertemuan singkat itupun berlalu, tamu jauh kamipun pulang untuk melanjutkan kunjunganya. dan kamipun kembali ke aktifitas harian kami, yaitu ganti pakaian hehheh karena memang baru pulang sekolah.

Semoga pertemuan selanjutnya, kami bisa menyambut tamu kami dari jauh itu paling tidak bisa mengucapkan beberapa kata dalam bahasa prancis dan lebih baik lagi belajarnya.

untung kami punya guru inggris yg kompeten dilingkungan kami, siapa lagi kalau bukan Mr. Debi Supriatna, kami tidak boleh neh menyia-nyiakan keberadaan beliau. ilmunya harus diserap orangnya harus dimuliakan, karena bukankah orang yg mengajarkan kepada kita adalah guru kita bahkan walau hanya mengajarkan 1 huruf dan Mr. Debi ini mengajarlan kita bagaimana caranya belajar bahasa inggris yg menyenangkan dan mudah untuk diaplikasikan.

image

we’ll waiting for you sir….
nous allons attendre pour vous monsieur …

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

DUNIA SELUAS HARAPAN #menjadibaik

hidup di dunia hanyalah sementara…
hidup di dunia hanyalah persinggahan…
hidup di dunia hanyalah perbekalan…
bahagiakan duniamu, untuk menggapai akhiratmu yg bahagia pula.

bahagiakan duniamu, dengan membahagiakan orang lain. karena dengan bahagianya orang lain kita telah menyebarkan kebahagiaan, kalo dia bisa berbahagiaan dengan saya kenapa saya tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, begitu kurang lebih yg dikatan orang yg kita bahagiakan.

berbahagia itu sebuah pilihan, no matter what…

dunia tak lagi selebar daun kelor, sesempit lubang jarum. dunia itu lebih luas dari apa yg kita gambarkan, bentanganya melebihi 196.900.000 mi² dan itu bukan karena bergantung pada jarak dengan ukuran mil ataupun kilo meter. luas dunia ditentukan oleh seberapa luas harapan yg kita bentangkan, seberapa jauh harapan itu kita lemparkan.

kenapa kita perlu berharap? kenapa kita tidak boleh berhenti berharap?

karena dengan harapan kita menjadi kuat, karena dengan harapan gua yg gelappun akan menemukan titik terang dipenghujung jalan.

kuat bukanlah dengan ukuran dapat mengangkat beban kiloan gram, atau berlari kiloan meter. bukan hanya karena fisik yg kuat atau tubuh yg bugar, tapi karena ada harapan dan tujuan yg membuat kita kuat dan seterong.

harapan itu kunci hidup, yg nyalanya harus tetap kita jaga, jangan abaikan harapan karena kerugian atau tantangan sesaat.

hidup di dunia hanyalah sementara…
karena sementara, jangan terlena dengan kesenangan yg sesaat, maksimalkan untuk mengumpulkan pundi-pundi kebaikan.

jangan pernah rela waktu berlalu begitu saja, berlalu sia-sia tanpa menghasilkan kebaikan. ingat… sebaik-baik manusia adalah orang yg paling bermanfaat bagi orang lain… itulah petuah sabda Baginda Mulia Rasulullah.

berbuatlah kebaikan sekecil apapun, dalam bentuk apapun. lupakan takaran dalam berbuat baik, lupakan kepada siapa kita harus berbuat baik.

perbanyaklah belajar, karena belajar dapat kita lakukan dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. belajar dimulai kita membuka mata setelah terbangun dari tidur, sampai petang menjelang kita menutup mata untuk beristirahat.

belajar dari penuh sesaknya naik commuterline, belajar dari padatnya kegiatan, belajar dari tumpukan pekerjaan, belajar dari bantuan rekan kerja, belajar dari kemacetan, belajar dari manisnya gula dan pahitnya kopi murni.

jangan pernah berhenti belajar, karena dapat mendatangkan ilmu dan ilmu adalah bahan bakar dari harapan. orang akan berhenti berharap jika dia tidak tahu, tidak tahu karena minimnya ilmu yg dimiliki dan minimnya pembelajaran.

hidup di dunia hanyalah persinggahan….
perbanyak persaudaraan dan jauhi permusuhan, seribu kawan masihlah sedikit dan 1 musuh terlalu banyak. artinya semaksimal mungkin kita jauhi permusuhan apapun itu, kedepankan sikap toleransi dan kekeluargaan. ketika ada kesalahan diantara kita, mari lakukan perbaikan bersama-sama jangan lantas di bully apalagi d jauhi.

salah dan khilaf adalah manusia tempatnya, tapi itu bisa kita selesaikan dan kita kurangi pprsinya dengan cara saling menjaga dan melindungi satu sama lain. tidak pantas rasanya jika kita makhluk sosial tapi masih mementingkan pribadi. tidak pantas rasanya memetik keuntungan dari kesalahan orang lain.

jadikan persinggahan ini sebagai momen dan tempat untuk mengimpulkan pundi-pundi kebaikan.

hidup di dunia hanyalah perbekalan…
perbuatan dan ucapan kita di dunia ini adalah perbekalan untuk kehidupan abadi kita di akhirat, rasanya terlalu sedikit perbekalan kita jika hanya mengharapkan dari ibadah ritual.

dan ingatlah, pada salah satu ayat kitab suci kita alquran. ketika kita telah bersujud dan menyembah kepada Allah maka bertebaranlah kalian d muka bumi ini.

bertebaran? untuk apa kalo bukan untuk bersosialisasi dan menyebarkan kebaikan. dan ada sebuah hadits juga yg menyatakan sampaikanlah kepada ku walau hanya satu ayat, bisa diartikan lakukanlah kebaikan walaupun itu hanya sebuah kebaikan yg ringan, seperti membukakan pintu, menyapa dengan senyuman dan memperbaiki hubungan orang lain yg sedang bersitegang dan masih banyak lagi kebaikan yg bisa kita kumpulkan.

bahagiakan duniamu, dengan membahagiakan orang lain….
membantu orang lain menggapai kebahagiaannya adalah kesuksesan yg mutlak.

kok bisa?
ingat!!!
seorang guru bisa dikatan sebagai orang yg sukses dalam mengajar adalah guru yang berhasil mendidik anak muridnya menjadi lebih dari guru itu sendiri, baru itu dinamakan sebagai guru yg sukses.

dan guru yg gagal adalah guru yg tidak mau muridnya lebih dari pada dia atau malah senang muridnya lebih susah dari dia.

begitupula di dunia kerja, seorang pemimpin bisa dikatakan sukses apabila orang-orang yang ada di bawah pimpinannya bisa lebih sukses dari pemimpin itu sendiri. artinya pemimpin tersebut manajemenya berhasil dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru.

pemimpin yg gagal adalah pemimpin yg hanya mengambil keuntungan dari orang yg ada di bawah pimpinanya, hanya peduli dengan kesuksesanya sendiri.

karena suksesmu berada pada orang yg ada disampingmu, di lingkunganmu dan orang-orang terdekat lainnya.

maka nikmat mana lagi yg hendak kau dustakan?

Salam Hangat
#menjadibaik itu indah

Note group:
#menjadibaik
Berbagi kebaikan, berbagi semangat dan bersama menjaga diri untuk tetap positif.
https://telegram.me/menjadibaik

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.