Indahnya Alam Nusantara (Ciapus-Bogor)

kamis tanggal 23 Maret 2016, putra-putri Yayasan Ar-Rahmah mendapatkan kesempatan untuk menikmati sejuknya bermalam di ciapus dan segarnya suasana pagi disana.

sesampai di lokasi menginap kami langsung menempati tempat yang telah disiapkan oleh yang empunya rumah, ada yang tidur di dalam kamar, dan ada yang tidur di teras saung tepat di depan kamar, tentunya yang mengisi kamar dan ruang depan adalah anak-anak putri sedangkan anak putra mengisi teras belakang. minimalis tapi sungguh mengasikkan.

pada pagi hari kita awali dengan shalat subuh, kemudian dilanjutkan dengan sharing sesion dari anak-anak.

untuk anak putri diwakili oleh Reza Samira Lubis dengan membawakan kisa tentang seseorang yang berbuat baik kepada orang lain. begini ceritanya:
suatu saat nanti ketika kita meninggal, dan di makamkan dalam sebuah pekuburan dnegan ukuran 2×1 meter. itupun di tutup dengan papan sehingga tingginya mungkin hanya 30-40cm sahaja.

sendiri dalam gelap dan ditinggalkan oleh orang-orang yang terkasih. karena memang tidaklah mungkin orang yang masih hidup menemani orang yang sudah meninggal.

setelah mereka pulan dari takziah, akan datang sesosok makhluk yang indah rupanya yang dengan setia menunggu dan menemani dalam kesendirian dalam kuburan.

selain menemani kita, ia juga mengajak kita untuk jalan-jalan menikmati keindahan alam setelah hidup. ketika ada hal-yang indah itu memang buat kamu, ketemu hal indah lagi itu memang untuk kamu. namun ketika kita bertemu dengan hal-hal yang tidak mengenakan dan buruk itu bukan untuk mau. ketemu yang buruk lagi itu bukan untuk kamu, kita lanjutkan lagi perjalanan kita.

pada akhir perjalanan kita akan bertanya kepada mahkhluk yang indah itu, siapa gerangan anda ini, semasa hidup saya seingat saya, saya tidak memiliki teman seperti anda, indah dalam rupa dan santun dalam berperilaku dan berkata.

image

makhluk itupun menjawab, saya adalah rasa bahagia yang engkau berikan kepada orang lain dalam senyum, tawa, suka dan tangis kebahagiaan.

indah sekali yaa buah dari kebaikan yang telah kita berikan untuk orang lain dan itu senyatanya kebaikan tersebut kembali pada kita.

setelah samira selesai menyampaikan sharingnya, kemudian dilanjutkan oleh anak putra dan kali ini diwakili oleh putra Banten yaitu saudara Ali dengan nama lengkap Khairul Amali (sebaik-baik sebuah perbuatan).

dia berkisah salah satunya tentang keutamaan melaksanakan shalat di masjid, yang memiliki nilai 27 derajat dihadapan Allah. sebaik-baik dari seorang laki-laki adalah orang yang shalatnya di masjid, percuma bisa joging atau lari berkilo-kilo gram …. eh berkilo-kilo meter maksudnya, tapi ke mesjid yang jaraknya tidak nyampai 100 meter berat sekali.

jadilah lelaki tangguh yang kuat kemasjid dan kuat joging berkilo-kilo jauhnya. hehehehe begitulah sharing yang disampaikan dari perwakilan kedua anak asuh kami pada pagi yang sejuh, indah menyegarkan itu.

image

kegiatan kami lanjutkan dengan sarapan naskun (nasi kuning) kalau kata ibu yang punya tempat bilangnya nasi ulang tahun. memang naskun sangat identik dengan perayaan ulang tahun. walau tidak nendang (kurang kenyang) kami menikmatinya dengan sangat lezat sekali.

ada beberapa anak yang memesan minuman hangat mulai dari kopi, susu dan lainnya. tentu saya paporit adalah kohpi naga terbang alias kopi hitam, seruput demi seruput menemani menikmati sejuknya pagi itu.

setelah selesai sarapan dan minuman hangat, kegiatan selanjutnya adalah Tracking… info dari bapak pemandu yang akan mengantar kan kami berkeliling, area tracking yang akan kami lalui adalah area yang disebut oleh warga adalah “kawasan tsunami kecil di kampung” sepertinya akan menarik.

perjalananpun dimulai dengan membaca basmalah.

image

melewati pematang sawah dan jalan setapak, mmmm awal yang sangat mengesankan. setelah melewati jalan setapak, dan keluar dari perkampungan kami mulai memasuki area persawahan, subhanallah wow sungguh indah sekali, hamparan hijau yang di ujungnya terpampang gunung salak yang gagah dan hijau.

image

berpose di tengah sawah, diatas pematang dengan berlatar hamparan sawah dan gunung salak nan indah, sejuk segar, panas mentari terasa hangat dan menyegarkan tidak lelang karena telah terobati oleh segarnya udara dan indahnya pemandangan.

di ujung pematang sawah yang kami lalui ada kami mulai mendengan suara gemericik air, anak-anakpun berteriak…. aaaaaiiiiiiirrrrrrr, serasa orang yang telah melewati hamparan padang pasir, lebay dikit. hehehehehe.

ada aliran sungai kecil nan jernih, begitu kaki mencemplungkan diri, cesssssss segernya nagih sekali. ingiin rasanya berendam dan belama-lama di sungai tersebut.

image

image

nyesss bangetlah rasa airnya, ingin minum tapiiiii, sudah lah….. maklum udah lama minum air matang jadi ragu kalo ketemu air mau langsung minum.

. . . .  . to be continue
mau nyiapin buat kerja dulu. nanti malam kita sambung lagi kisah perjalanan mengitari sungah dan mendaki lembah.

 

Mari kita lanjutkan cerita kita tentang indahnya bukit di kaki gunung salak.

Nyessss….

Kesejukan air sungai “mini” menemani perjalanan kami, tidak disangka sungai ini cukup panjang. memang sungai ini terlalu kecil jika disebut sebagai sungai. kalo di kota atau diperkampungan mungkin ini bisa disebut sebagai selokan, tapi sungguh jernih dan bebatuan menghiasi indahnya air beriak.

sampai di penghujung sungai, walau belum ketemu ujungnya, hehehehe. perjalanan berlanjut dengan pendakian, huft… karena faktor badan yang tidak langsing heheheh karena gendut sudah terlalu mainstream. nafas begitu berat dan terengah, berkeringat di udara yang sejuk itu seperti dalam sebuah ruangan ber air conditioner (AC).

akhirnya sampai juga di atas, awwwwww…. saya kira perjalanan dicukupkan karena memang perjalanan menyusuri pesawahan dan sungai bukan jarak yang dekat. tapi ternyata masih berlanjut menuruni bukit yang tadi kami daki. sesampai di bawah kami bertemu kembali dengan sungai yang jernih tadi, bedanya kami tidak berbasah disana melainkan melewatinya melalui jembatan, dan sungai itu hanya bisa menyapa dan menggoda untuk di resapi sejuknya.

pendakian berlanjut, bingung dibilang bukit tapi kok yaaa tinggi sekali, kami menyusuri jalan seukuran jalan raya namun tidak seperti jalan raya karena tidak dibuat dengan aspal, paping blok atau tembokan semen tapi terbuat dari susunan batu yang disusun dengan sangat rapih dan kokoh. jika tidak ada susunan batu tersebut pendakian ini akan sangat sulit karena tipe tanahnya berupa lempung coklat dan akan sangat licin bila basah, sedangkan kita baru selesai berbasah-basahan walau sedikit mengering karena pendakian pertama setelah meninggalkan sungai.

perjalanan indah ini terus berlanjut dan kami disuguhi pemandangan yang subhanallah, maha suci engkau yaa allah indah sekali. pemandangan lembah berbukit dan tidak dinyana tadi kami ada dibawah dasar bukit yang sekarang kami lihat ada jauh di bawah kaki bukit yang sedang kami daki.

sesekali sepanjang perjalanan kami berfoto ria, seolah-olah tidak ingin menyia-nyiakan pemandangan indah yang disajikan oleh Allah untuk manusia. semoga saja batery dan memory kamera tidak habis. heheheeh secara pemandangan seindah ini sangat sayang jika tidak diabadikan.

pendakian yang sungguh berat dan tanpa persiapan. karena awalnya perjalanan ini akan berakhir di jembatan di bawah bukit, tapi tak disangka sang porter Mr. Turi mengajak kami untuk naik level yaitu mendaki buki, mengitari bukit indah ini.

tidak ada persiapan mendaki sama sekali, tidak ada air minum selama perjalanan, tidak ada dopping atau snack apapun, karena pendakian ini sungguh tidak direncanakan. walaupun demikian kami tidak menyesalinya pemandangan yang indah, udara yang sejuk dan air sungai yang dingin telah mengalahkan rasa lelah yang kami rasakan. that is worth it.

perjalanan panjang nan indah inipun berakhir di rumah yang sama dimana kami memulai perjalanan yaitu kediaman Mr. Turi.

acara dilanjutkan dengan membuat minuman dingin dan  panas, bebas memilih untuk menghilangkan dahaga yang selama perjalanan hanya disuguhi pemandangan yang indah dan udara yang sejuk.

Istirahat selesai, dilanjutkan dengan belajar….

iya belajar, beneran belajar….

apa memangnya yang dipelajari??? Mencangkok… dan menyetek tanaman.

pematari adalah Mr. Turi, yup sang porter multi talented pertanaman.

demikian sharing perjalan indah, lelah, segar, belajar menjadi satu. simak postingan selanjutnya cerita dari setiap anak yang mengikuti kegiatan pendakian dan pembelajaran ini.

Support by:

Our Father Mr. & Mrs. Jonih Rahmat &

Yayasan Ar-Rahmah Ciomas

Salam Hangat,

Pendamping:

Ajat Sudrajat, Debi Supriatna dan Eka Saripudin

 

image

Categories: Karya Tulis | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: