#TentangKebaikan : WHAT GOES AROUND, COMES AROUND

“Iya betul Pak,  apabila kita berbuat kebaikan;  kebaikan itu bisa datang kepada kita atau ke anak-anak kita. Saya ingat waktu sekolah di Aussie, saat saya mendapatkan suatu kebaikan, orang yang melihatnya mengatakan, ‘Pasti orangtua kamu, orang yang baik!’ What goes around comes around,” Nita, sahabat saya dari Cipulir mengomentari artikel From The Dust
To The Dust, yang belum lama saya kirim.

Pengalaman Nita mengingatkan saya akan sebuah pengalaman (orang lain). Saya pernah mendengar, seorang mahasiswa Indonesia, selama studi di Amerika Serikat sering mendapatkan kebaikan dari teman-teman atau orang-orang yang ia jumpai. Ketika ia mencari referensi untuk keperluan perkuliahan dan penelitiannya, banyak orang membantu mendapatkan buku-buku yang diperlukan. Semula ia merasa heran atas kebaikan-kebaikan tersebut. Belakangan ia tahu bahwa ayah dia di Bandung  adalah seorang dermawan yang biasa membantu orang lain. Saat beliau atau anaknya memerlukan bantuan, Tuhan kirimkan pertolongan kepada keluarga baik hati itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bersama karib saya, Ali Masyhar, paska gempa bumi yang melanda Sumatra Barat, saya ditunjuk menjadi koordinator bantuan gempa Sumatra. Dengan Al-Mukaram atau bergantian, sendiri-sendiri, kami sering ke lokasi bencana. Saat berangkat tanpa beliau, di sebelah kanan saya, di dalam Garuda, duduk penumpang lain, seorang wanita cantik.

Kami berbicara tentang pekerjaan dan tujuan penerbangan. Ia, rupanya, seorang pengacara di Jakarta. Wanita karier ini berasal dari Belitong. Di kampungnya,  perempuan ramah ini, bertetangga dengan Andrea Hirata, sang novelis jenius!

Pengacara ini bercerita tentang kakaknya, seorang bupati yang disenangi rakyatnya. Kebetulan, saya juga pernah membaca tentang geologist yang menjadi pejabat daerah tersebut. Semakin nyambunglah pembicaraan.

“Sudah baca buku tentang Basuki Purnama?”

“Emang Pak Ahok menulis buku?”

“Nanti saya kirim, ya!”

Beberapa hari kemudian ada kiriman paket berisi buku dan sekeping VCD. Saya baca itu buku, dan kuputar filmnya. Di antara kisahnya yang panjang, ada yang selalu saya ingat.

Suatu hari, di Bilitong, Ahok, seorang diri, melakukan perjalanan panjang. Dengan tiada terduga, kendaraan mogok di tengah hutan. Tengah malam itu, Ia mendapati sebuah rumah sederhana. Dia ketuk pintu, meminta bantuan.

“Dari mana asal kamu?” tanya tuan rumah.

Ahok menyebutkan tempat asalnya. Saya lupa dan tak bisa mengeceknya di buku, sebab saya sekarang sedang di dalam pesawat yang tak terbang-terbang, padahal udara mulai memanas!

“Semua orang sana, bajingan! Enggak ada yang baik, kecuali … , ” bapak itu menyebut nama seseorang.

“Dia bapak saya.”

“Wah, kamu anak dia!”

Pemilik rumah segera menjamu tamunya. Orang yang mobilnya mogok ini disuguhi makanan berat, padahal dia tidak lapar. Akan tetapi, yang empunya rumah -karena ingin menghormati tamu dari anak orang baik, dia mendesak tamu, di tengah malam itu untuk makan. Demi menghormati bapak yang baik hati ini, Ahok pun menyantap hidangan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Fakta-fakta itu mengajarkan, apabila kita sayang anak,  ingin agar anak-anak kita mendapatkan kebaikan; janganlah berlaku curang kepada makhluk Tuhan. Berbuat baiklah kepada siapa pun. Apa pun suku dan bangsanya; apa mazhab dan agamanya; apa pun partai politiknya; siapa pun caleg dan presiden yang dia pilih atau tidak dipilihnya.

Benar, apa yang disampaikan geologist wanita lulusan Australia ini, “What goes round, comes around!”

Dalam penerbangan Jakarta-Solo; 9 Agustus 2014.

Salam,
Jonih Rahmat (jr).

Categories: #TentangKebaikan | Tags: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: