#TentangKebaikan : SEBUAH KEBAIKAN AKAN MELAHIRKAN KEBAIKAN

¤《Kisah Sejati dari Sahabat Roker*) sy Bpk. Umarudin Zaenuri yang sangat baik perlu ditularkan》¤

[09/08 20:20] Bpk. Umar coffee police simpt: Akan saya tuliskan kisah saya malam ini untuk anda, ini berkaitan dengan ‘What Goes Around, Comes Around’ Bukan kisah fiktif namun saya mengalaminya sendiri, Tunggu malem ini saya akan share untuk teman saya yang baik hati dan tidak sombong .. Eka Saripudin

[10/08 00:51] Bpk. Umar coffee police simpt: Ini Janji saya menyampaikan sebuah kisah yang pernah saya alami sendiri, semoga bermanfaat untuk saudaraku Eka Saripudin dan juga bermanfaat bagi saudaraku sesama muslim.

[10/08 00:52] Bpk. Umar coffee police simpt: Saat Ramadhan sekitar tahun 2004, dalam suatu ceramah yang dibawakan oleh Prof. DR. Jalaluddin Rahmat di masjid gedung WTC dalam acara tausiah setelah sholat dhuhur berjamaah beliau menyampaikan : “Energi di Dunia ini tidak akan berkurang dan tidak akan bertambah, yang ada hanya berubah bentuk” dan beliau menambahkan bahwa “setiap orang pada dasarnya mempunyai tabungan energi positif dan tabungan energi negatif, hal ini dihitung berdasarkan pada seberapa besar kebaikan yang dia lakukan yang dihitung sebagai tabungan energi positif dan seberapa banyak keburukan yang dia lakukan tercatat sebagai tabungan energi negatif” lalu beliau menyampaikan “hal ini tanpa mempertimbangkan mengenai pahala dan dosa, maksudnya secara hubungan timbal balik energi positif dan negatif itu urusannya di dunia, sedangkan untuk pahala dan dosa hak Allah untuk menilai dan menentukannya, dan ternyata tabungan energi positif dan negatif itu bisa cair di dunia tergantung permintaan kita”

Berselang 2 tahun saya mengalami kejadian yang saat itu mungkin jika dikatakan saya sudah putus asa, mungkin itulah saat saya benar-benar merasa beban saya terlalu berat rasanya ingin mati saja. Kerja di salah satu bank dengan kondisi yang masih semrawut karena pasca merger. Bayangkan saat itu saya dalam kesulitan yang sangat berat saya rasakan, orang tua saya sakit dan di rawat di RS di Jawa Tengah, istri juga sakit, kontrakan udah nunggak hampir 2 bulan karena keuangan saya saat itu benar-benar kosong, bahkan sdh hampir 4 hari saya sempet tidak memegang uang sepeserpun dan makan numpang di rmh mertua, duh malu banget sebenarnya, tapi apa boleh buat karena sdh berusaha pinjam ke saudara juga memang sedang sulit semua . Akhirnya saya memutuskan untuk mengadaikan motor saya yang setiap harinya saya pakai untuk berangkat kerja demi menutup kebutuhan sampai dengan saya gajian selama satu bulan, dan saat itu yang terfikir adalah saya bisa bantu pengobatan orang tua (ibu) saya dan istri saya serta anak saya tetep bisa sekolah meskipun saya harus bekerja dengan naik angkutan umum.

Pada saat saya baru pulang dari menggadaikan motor di koperasi dekat rumah dan sudah mendapatkan uang, sambil berjalan saya melihat seorang bapak yang usianya sudah cukup renta mungkin tebakan saya usianya sekitar 70an. Saya lihat dia sedang mengais sampah untuk mencari sisa-sisa botol plastik minuman dan dia mendapati sebuah kotak nasi yang saya lihat isinya masih penuh namun sepertinya sdh di makan karena agak acak-acakan.

Bapak tersebut kemudian duduk di samping bak sampah. Timbul rasa iba saya melihat bapak tua tersebut lalu saya menghampirinya dan menanyakan, apakah bapak sudah makan ? Bapak itu menjawab “belum”, lalu saya bertanya lagi, bapak nemu di mana makanan ini ? “Saya nemu di kotak sampah ini” sambil tangannya menunjuk ke bak sampah yg ada di sebelah kirinya. Lalu saya bicara sama bapak tersebut “maukah bapak nemenin saya makan?” Lalu dia menjawab “mau aja sih pak, tapi ..” Lalu saya bertanya lagi “tapi kenapa pak ?” Dia menjawab “ini makanan sayang pak kalau di buang” kemudian saya bilang sama bapak tua itu “pak, itu makanan kan tadinya juga sudah di buang sama orang di situ (mksd saya di bak sampah) dan bapak tidak tahu kan kalau makanan itu bersih atau tidak, kalau bapak makan bisa jadi nanti bapak malah sakit, jadi taruh aja makanannya di situ lagi ya pak, bapak ikut saya ke warung di seberang jalan itu, gak usah takut pak, nanti saya yang bayar, mau ya?”
***** Page 1

Bapak tersebut akhirnya mau saya bujuk untuk makan bersama saya dan membuang kembali makanan yang dia temukan ke bak sampah tempat dia menemukan nasi bungkus tersebut. Saat makan di warung nasi itu barulah saya tahu bahwa dia sudah tidak punya istri dan masih harus nanggung biaya anaknya yang masih SMP kelas 3 dan adiknya yang kelas 5 SD dan 3 SD setelah mendengar cerita bapak tersebut sambil makan. Saat itu saya berfikir bahwa saya beruntung karena di usia saya yang menginjak 32 tahun saya masih bisa ngurus orang tua dan juga istri dan anak saya yang baru masuk TK meski memang terkadang ada banyak kekurangan, namun saya akui bapak tersebut hebat masih bisa menyekolahkan 3 anaknya hanya dari hasil memungut sampah dan menjualnya kepada lapak besi dan plastik.

Setelah makan saya kemudian memberikan uang sebesar 200 ribu rupiah dan saya katakan, “bapak ini saya gak bisa bantu apa-apa, ini untuk tambahan biaya anak-anak bapak ya pak, tolong diterima” lalu dia menjawab “terima kasih pak, saya gak bisa bales apa-apa pak, bapak baik ke saya mudah-mudahan saya doakan bapak mendapat rejeki yang banyak lagi dan Allah memberikan kesehatan untuk bapak” ..

Akhirnya kami berpisah, bapak tersebut menuju arah sebaliknya dan saya memutuskan untuk pulang. Sesampainya di rumah saya masih bingung karena kenapa tadi saya kasih uang saya ke bapak itu, padahal saya juga masih butuh. Tapi tanpa pikir panjang saya ceritakan kepada istri dan dia juga sempet menanyakan kenapa tidak diajak ke rumah saja bapak tua itu. Kan siapa tahu nanti bisa ada apa-apa bapak itu bisa silaturahmi ke sini. Saya malah tidak sempat terfikir hal itu karena pikiran saya memang hanya bagaimana membantu pengobatan orang tua dan istri saya.

Malam harinya saya teringat apa yang pernah saya dengar saat 2 tahun lalu saat saya mendengar ceramah dari Prof DR Jalaluddin Rahmat. Saya akhirnya malam itu mencoba bermunajat kepada Allah dengan Qiyamul lail dan dalam permohonan do’a saya setelah sholat, saya meminta kepada Allah “Ya Allah jika memang tabungan energi positif ku bisa membantu aku dalam kesulitan yang aku hadapi saat ini, maka aku mohon cairkanlah di dunia ini ya Allah, karena saat ini aku tidak tahu harus kemana lagi memohon pertolongan selain kepadaMu ya Allah”  Do’a tersebut saya panjatkan lantaran saya hanya berserah diri kepadaNYA tiada lain karena putus asa saya.

Selang 2 hari saya terheran-heran, karena sebelumnya yang punya kontrakan datang ke rumah saat saya sudah di rumah sepulang kantor. Tadinya saya pikir, wah pasti nanya uang kontrakan, sementara uang hasil gadai motor sudah saya pakai untuk biaya pengobatan orang tua dan juga istri saya. Namun yang membuat saya heran, si empunya kontrakan malah datang membawa makanan dan beberapa kue serta susu untuk anak saya lalu dan bilang ke saya “mas terima kasih ya mas, udah dibantu karena kalau tidak ada mas umar mungkin anak saya gak ketolong” saya kebingungan lalu saya tanya ” kenapa bu, emang saya nolongin ibu apa ya, maaf kalau mungkin saya salah”. Ibu yang empunya kontrakan lalu berkata “kemarin anak saya kecelakaan di Fatmawati dan ada yang bawa anak saya ke RS kata anak saya mas Umar” lalu ibu tersebut melanjutkan “pas saya tanya ke pihak RS katanya mas Umar, dia membenarkan katanya iya memang td yang bawa ke sini ciri-cirinya seperti mas Umar” kemudian berkata lagi si Ibu ini “anak saya malah di titipin uang untuk bayar kontrakan katanya sama mas Umar, sekalian dibayarin setahun aja katanya, uangnya ada di rumah tuh masih utuh, makanya saya ke sini mau ngucapin terima kasih sama mas Umar, anak saya dah ditolongin dan juga ma kasih juga masih mau tinggal di sini”

Makin bingung saya denger penjelasan ibu ini, walaupun penasaran. Namun kemudian saya menjelaskan bahwa itu bukan saya mungkin ada orang lain yang mengaku saya dan melakukan itu semua atas nama saya. Saya kemudian berucap terima kasih juga karena Ibu ini sdh ke rumah saya dgn membawa macam-macam makanan. Ibu tersebut tetap yakin kalau saya yang telah melakukan itu semua karena saksinya anaknya dan juga pihak RS. Lalu setelah ibu tersebut pulang, saya berfikir apakah ini realisasi dari do’a saya ? Dan tanpa pikir panjang saya ambil wudhu dan sholat 2 raka’at sujud syukur kepada Allah bahwa ternyata kebaikan yang telah saya perbuat berbuah positif dan pastinya perbuatan buruk akan berbuah negatif serta semuanya akan kembali pada diri kita sendiri.
***** Page 2

Mulai dari saat itulah saya makin percaya bahwa Allah maha adil dan maha pemurah serta Allah berupaya menguji hambanya dalam keimanan dan ketaqwaan. Apakah ujian itu akan berarti bagi hambanya atau tidak, semua berpulang kepada diri kita masing-masing.

[10/08 00:54] Bpk. Umar coffee police simpt: Dan saya makin yakin setiap apapun yang kita perbuat akan kembali pada diri kita bisa jadi dalam bentuk yang berbeda bisa jadi dalam bentuk yang sama, dan jangan pernah berburuk sangka kepada Allah, karena Allah mengatakan dalam firmannya dalam Al-Quran “AKU adalah sebagaimana prasangka hambaKU saja, Jika hambaKU berprasangka baik, maka kebaikan yang akan datang padanya, dan jika hambaKU berprasangka buruk, maka keburukan yang akan datang padanya pula”

Marilah kita sama-sama saling mengajak kedalam kebaikan, kisah di atas benar-benar saya alami dan sampai saat ini saya tidak pernah bertanya kenapa hal itu terjadi. Semoga bisa memberikan semangat bagi saudaraku sesama muslim untuk selalu menanamkan pada diri kita, bahwa KEBAIKAN YANG KITA LAKUKAN AKAN KEMBALI DENGAN SEBUAH KEBAIKAN UNTUK KITA, DAN SEBALIKNYA KEBURUKAN YANG KITA LAKUKAN AKAN KEMBALI JUGA SEBAGAI KEBURUKAN UNTUK KITA ..

Salam,
Umarudin Zaenuri

[10/08 02:31] E. Saripudin: Subhanallah… saya sampe menangis membaca kisah pribadi bapak… terima kasih telah berbagi kisah sy tdk menunda untuk membacanya disepertiga malam ni. Mdah2an kebaikan bapak yg telah bapak sampaikan bisa menjadi pelajaran kehidupan yg indah buat kami semua. Mhon izin untuk kami share kembali spaya makin banyak orang yg akan memberikan nilai2 positif, makin banyak lagi orang yg termotivasi untuk berbagi kebaikan dengan orang lain. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih…

[10/08 02:32] E. Saripudin: Selain sy share ke teman2 sy akan publikasikan d blog2 yg sy kelola… terima kasih yaaa pak

[10/08 02:34] Bpk. Umar coffee police simpt: Amiin .. Semoga bermanfaat sahabatku🙂

[10/08 02:41] E. Saripudin: Aamiin…

*) Roker merupakan kependekan dari Rombongan Kereta, yaitu orang-orang yg sering menggunakan alat transportasi CommuterLine dalam keseharian untuk pergi-pulang kerja.

Semoga bermanfaat,…
********** end

Categories: #TentangKebaikan | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: