#TentangKebaikan : MENULARKAN KEBAIKAN

Lima orang remaja, dengan skate board, di trotoar sebuah jalan besar, berlari kejar-kejaran. Tiba-tiba… gedubrak, salah seorang diantara anak-anak itu -saya kira dia berusia sekitar dua belas atau tiga belas tahun dan berambut pirang- terjatuh tepat didepan seorang pekerja -yang kebetulan- berkulit legam. Pekerja itu, dengan senyum dibibir , segera menolong si anak untuk bangkit. Setelah berterima kasih, anak itu melanjutkan kegiatannya.

Baru berjalan satu dua langkah, anak tadi melihat seorang nenek membawa beberapa kantong kertas belanjaan, mau menyeberang jalan. Tanpa kata-kata, ia ulurkan tangannya mengambil kantong paling besar, dan dibimbingnya si nenek menyeberang jalan. Alangkah senang hati nenek.

Nenek itu kemudian melihat seorang wanita muda, merogoh-rogohkan tangannya ke dalam tas, mencari-cari koin untuk dimasukkan ke vending machine, mau membeli sesuatu. Si nenek menghampirinya dan memberi koin yang diperlukan. Wanita yang tertolong ini membalas dengan senyuman.

Seorang pemuda keluar dari hotel. Tidak terasa, dompetnya jatuh dari saku celananya. Serta-merta wanita yang mendapat “sedekah” koin tadi mengambilkan dompet yang tergeletak di lantai dan memberikannya kepada pemiliknya. Kedua orang itu tampak tersenyum.

Pemuda ini melihat seseorang sedang berusaha mengeluarkan tas besar dari bagasi mobil. Orang itu menarik-narik kopernya. namun, karena tas itu berukuran besar dan bebannya berat, ia tak berhasil mengangkatnya. Segera pemuda itu menghampiri orang yang sedang dalam kesulitan ini. Berdua mereka menggotong tas itu sampai trotoar.

Orang yang punya koper ini, kemungkinan, belum makan. Di depannya ada yagn ebrjalan burger. Ia bermaksud membeli satu burger. saat hendak membayar, tidak sengaja matanya melihat seorang tunawisma sedang duduk, ia berkata kepada penjual makanan itu “Dua Saja!” Sang pedagang melihat kejadian itu. Dia memberika bonus gratis kepada pembeli baik hati ini, segelas minuman.

Pemuda ini memberikan satu burger dan segelas minuman kepada tunawisma. Dengan senang hati, orang itu, yang tampaknya sedang memang lapar, menerima pemberian menarik ini. Ia melirik ke kiri. Rupanya, sekitar lima meter di sampingnya ada temannya, seorang wanita. Ia hanya memakan burgernya, sedangkan minumannya diberikan kepada teman sesama tunawisma itu.

Seorang wanita lainnya di sebuah restoran baru saja menikmati hidangan. Namun, dari raut wajahnya terlihat ia sedang punya masalah yang berat.

Wanita yang tadi mendapat minuman dari temannya membeli sekuntum bunga. Ia berjalan mendekati halaman restoran. Dia hadiahkan bunga itu kepada ibu yang kehlihatannya sedang galau itu. Kedua perempuan ini menampakkan wajah yang ceria.

Belum selesai dia kaget dan gembira atas pemberian itu, matanya melihat seorang pekerja berat bermandikan keringat di pinggir jalan, tepat di depan restoran. Ia ambil segelas air dingin dan menghadiahkannya kepada lelaki berotot besar itu.

Persis seperti dalam iklan-iklan minuman berenergi, si pria tampak menjadi sangat segar denagn senyum di kulum.

Di mana tayangan video Youtube tanpa kata-kata yang saya tonton beberapa hari yang lalu. Dari mata uang yang diterima pelayan restoran dan terutama dari kantong kertas yang si nenek bawa, besar kemungkinan rangkaian kebaikan itu terjadi di Amerika Serikat.

Semua kejadian di atas, kira-kira pesan apa yang Anda dapatkan?

Saya menangkap kesan bahwa perbuatan baik itu melintasi perbedaan-perbedaan usia, ras, kelas sosial, dan -saya kira juga agama- agama.

Kalau anda berkesempatan menonton video ini, akan anda saksikan wajah-wajah yang melakukan bantuan selalu ceria. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan menolong itu membahagiakan.

Dari sisi besar dan jenis pertolongan, tampak bahwa sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun, bagi yang memerlukannya, bantuan itu sangat berarti.

11 Agustus 2012
Salam Ta’zim
J. Rahmat

Categories: #TentangKebaikan | Tags: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: