Shardhan 2013-5_ Rumah Ketua RW Mau di Bakar

Hari pertama menempati  rumah di kampung Kereteg, kami menghadap ketua Rukun Tetangga. 

Berbincang-bincang  tentang  asal  muasal  tempat  tinggal,  orang  tua,  pekerjaan,  dan  keluarga. 

Selesai urusan dengan Pak Ketua RT, saya sampaikan bahwa kami mau silaturahmi kepada Pak 

Ketua Rukun Warga.

“Pak RW-nya tidak ada.”

“Sedang ke mana?”

“Ketua RW  pergi  dari  kampung ini;  dan  kemungkinan tidak akan  kembali  ke Ciomas. Jabatan 

Ketua  RW  kosong,”  Pak  RT  menerangkan.  Beberapa  bulan  kemudian,  datanglah  ke  kampung 

kami sebuah keluarga. Warga baru itu seorang guru Sekolah Dasar dan istrinya guru SMP. Pak 

Guru ini sangat aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Dia juga seorang ustaz. Ia menjadi imam 

salat di musala. Dia pun biasa memimpin mengurus jenazah dan ritual-ritual lainnya.

Sebab  keaktifan  dan  banyaknya ilmu  yang  dimiliki  Pak  Guru,  serta  dekatnya  dia  dengan  para 

tetangga,  juga  dengan  para  pejabat  di  kelurahan.  Ia  dipilih  menjadi  Ketua  Rukun  Warga  03, 

Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas.

Pak RW baru ini, selain melaksanakan amar ma’ruf  (mengajak orang kepada kebaikan), ia pun 

melakukan  nahi munkar  (mencegah  kemunkaran).  Dia  tegas  terhadap  para  preman  yang  suka 

mengganggu orang lain.

Seorang pemuda gondrong yang suka minta THR di tengah malam kepada penduduk, khususnya 

kepada  para  pendatang  baru,  pernah  diundang  Pak  RW  ke  rumahnya.  Begitu  masuk,  dengan 

ramah, Pak RW persilakan tamu itu duduk. Preman itu tidak tahu mau dikasih hadiah apa sama 

pimpinan di daerah itu. Pak ustaz masuk ke bagian dalam rumah dan membawa benda panjang 

bersarung. Senjata tajam itu dikeluarkan dari sarangnya, dan tiba-tiba, ditempelkan ke leher itu 

pemuda. “Kalau kamu berbuat macam-macam lagi di kampung ini, golok ini tidak akan diam!” 

Preman itu, seketika minta ampun. Dia menangis ketakutan.

Pak RW melakukan shock teraphy  bahwa jangan  coba-coba lagi mengganggu  orang lain.  Jika 

tidak, beliau tidak akan segan-segan bertindak. Tak urung, pemuda berambut panjang  itu ngeper

setengah mati.

Satu sore sekelompok pemuda, di sebuah saung, berjudi, main kartu. Atasan para RT, ini datang 

ke  tempat  itu.  Diobrak-abriknya  itu  tempat  judi.  Semua  peserta  berlarian.  Akan  tetapi,  apa 

kemudian yang terjadi?

Malam  itu  juga,  puluhan  pemuda,  membawa  obor  menyala-nyala,  mengelilingi  rumah  imam 

musala  itu.  Rumah  itu  mau  dibakar!  Mereka  mengancam  agar  penghuninya  segera  pergi  dari 

wilayah  itu.  kalau  tidak,  rumah  itu  akan  dihanguskan.  Keesokan  harinya  saya  bersilaturahmi 

kepada keluarga Pak Guru. Beliau kebetulan tidak sedang di rumah. Kami bertemu istrinya saja.

Saya dan istri berbicara dengan Bu Guru yang salah satu anak didiknya, seorang yatim, tinggal 

bersama kami.

“Pak  Jonih,  kalau  kami  tetap  tinggal  di  sini,  anak-anak  kami  mau  jadi  apa  nanti?”  Kok,  ada 

lingkungan  masyarakat  seperti  ini!  Kami  mau  pulang  saja  ke  Cianjur,”  Bu  Guru  dengan  nada 

sedih berkata kepada kami.

Beberapa  hari  kemudian  orang  yang  sangat  aktif  bermasyarakat  dan  banyak  berkhidmat 

melayani  umat  ini,  bersama  keluarga,  meninggalkan  wilayah  yang  sedang  dibinanya.  Dia 

dizalimi  oleh  sekelompok  anak  muda  yang  tidak  suka  kepadanya,  lantaran  kesukaan  mereka 

diganggu. Semoga Tuhan berikan kepada beliau beserta keluarga tempat yang berkah. Aamiin

Antara Stasiun Bogor-Stasiun Cawang, 16 Juli 2013

Salam,

jr

Categories: # Kisah-Kisah Inspiratif # | Tags: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: