Shardhan 2013-2_ Kursi Roda Membuat Ceria

“Pak Haji, hari ini ada di kantor?” pesan pendek itu datang dari Enang, tamu rutin saya tiap awal

bulan.

Enang, sejak beberapa tahun lalu, datang ke kantor untuk suatu urusan. Ia bekerja untuk sebuah

lembaga sosial, mencari dana. Dulu, yang datang adalah Mustofa, kakak Enang. Orang-orang

memanggil petugas dari Pesantren Hidayatullah yang selalu berpeci haji dan suka berpakaian

serba putih dan longgar, ini dengan sebutan Ustaz Mustofa. Saya sih, karena sudah lama kenal,

menyapa dia dengan namanya saja. Mustofa yang pandai memijat ini, kemudian pindah ke

Gorontalo, Sulawesi. Enang meneruskan tugas pencarian dana.

Satu hari, Enang bertanya kepada saya di mana ia bisa mendapatkan sumbangan atau pinjaman

kursi roda.

“Buat siapa?”

“Untuk ibu saya.”

Enang, lima bersaudara, dua perempuan dan tiga laki-laki mempunyai ibu yang sudah berusia 90

tahun. Ibu Sumiah sakit. Seluruh urat terasa kaku. Ia nyaris tidak bisa bergerak. Walau sekadar

membulak-balikkan tubuh di tempat tidur, dia tak mampu. Kalau mau bangkit dari kasur, harus

dibantu. Ibu ini, sekarang, tinggal dengan Enok, anak perempuan terkecil.

Enok mengurus orang tua, bukan karena dia anak yang paling berkecukupan, tapi karena kasih

sayangnya kepada sang bunda. Padahal, menurut Enang, kakaknya ini banyak mendapatkan

cobaan hidup yang berat tetapi ia tabah menerimanya.

Sudah lima tahun Bu Sumiah tinggal bersama anak keempatnya ini. Sebelumnya, pada awalawal masa sakitnya, tiga bulan, Bu Sumiah tinggal bersama Enang di Sukamandi, Subang. Ia,

kemudian ingin tinggal bersama kakak perempuan Enang di Cileungsi, Bogor. Di depan saya,

sang adik, sering memuji-muji kakaknya ini sebagai orang yang penyabar.

Suatu hari, ketika Enang menengok ibunya di rumah kakaknya di Bogor, Enok berkata kepada

Enang, “Nang, kumaha lamun ema teh di pangneangankeun korsi roda. Sugan wae panyakitna

bisa rada mending. Oge ngarah ema bisa “jalan-jalan” ka buruan, jeung moyan di hareup,

bari ningalian jelema anu laliwat.” (Nang, bagaimana kalau emak dicarikan kursi roda. Mudahmudahan rasa sakitnya berkurang. Juga, agar emak bisa menghirup udara segar di halaman

rumah, dan bisa berjemur sambil melihat orang-orang yang lewat).

Saya telpon ke rumah di Ciomas agar kursi roda dibersihkan. “Akan ada yang mengambil, teman

Bapak.”

Datanglah Enang ke tempat kami. Ia bawa itu kursi ke Cileungsi. Jumat, 1 Juni, Enang datang ke

kantor. Dia bercerita bahwa berkat kursi roda, ibunya merasa banyak terbantu. Ke kamar mandi

lebih mudah. Juga, bisa duduk-duduk santai di teras rumah, melihat orang-orang yang lewat, dan

bisa berjemur. Sebelum kursi roda itu tiba, Bu Sumiah tak bisa ke mana-mana. Ia, hanya tergolek

di tempat tidur saja.

Saya senang kursi itu bisa bermanfaat. Sebelumnya itu kursi pernah kami pinjamkan kepada

tetangga yang juga tidak bisa berjalan. Kursi ini berasal dari sumbangan Ibu Iim, istri Pak

Cholidy di Cikoneng, Ciomas. Kini, sudah beberapa orang memanfaatkannya.

Tadi, pas mau jam istirahat, adik Mustafa ini bertemu saya kembali di ruang tamu lantai 21,

Wisma Mulia. Ia kembali bercerita tentang cerianya emak karena mendapatkan alat yang bisa

membuatnya bahagia. Mumpung masih hangat, saya tulis kisah ini. Semoga ada pelajaran yang

bisa kita ambil manfaatnya.

Baru-baru ini, datang dua orang lagi, orang miskin yang memerluan bantuan kursi roda. Tapi

kutsi-kursi itu sudah tidak ada pada saya. Apabila Ibu/Bapak punya kursi roda yang sudah tidak

terpakai; atau mau memberikan kebahagian kepada orang-orang yang tidak mampu, dengan

membelikan kursi roda baru baru, bisa hubungi saya.

Kata pepatah “Bahagiakanlah dirimu dengan membahagiakan orang lain!”

Jakarta, 08 Juli 2013.

Salam,

jr

Categories: # Kisah-Kisah Inspiratif # | Tags: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: