MENULARKAN KEBAIKAN

Sharing ramadhan 2012-11:

Lima orang remaja, dengan  skate board, di trotoir sebuah jalan besar, berlari kejar-kejaran. Tiba-tiba… “gedubrag”,  salah seorang di antara anak-anak itu -saya kira dia berusia sekitar 12-13 tahun- berambut pirang, terjatuh, tepat di depan seorang pekerja -yang kebetulan- berkulit legam. Pekerja itu, dengan senyum di bibir, segera menolong si anak untuk bangkit. Setelah berterima kasih, anak itu melanjutkan kegiatannya.

Baru berjalan 1-2 langkah, anak tadi melihat seorang nenek membawa beberapa kantong kertas belanjaan dan mau menyeberang jalan. Tanpa kata-kata, ia ulurkan tangannya mengambil kantong paling besar dan dibimbingnya si nenek menyeberang jalan. Alangkah senang hati nenek.

Nenek itu kemudian melihat seorang wanita muda, merogoh-rogohkan tangannya ke dalam tas, mencari-cari koin untuk dimasukkan ke vending machine, mau membeli sesuatu. Si nenek menghampirinya dan memberi koin yang diperlukan. Wanita yang tertolong ini, membalas dengan senyuman.

Seorang pemuda ke luar dari hotel, tidak terasa, dompetnya jatuh. Serta merta wanita yang mendapat “sedekah” koin tadi mengambilkan dompet yang tergeletak di lantai dan memberikannya kepada pemiliknya. Keduanya tampak tersenyum.

Pemuda ini melihat seseorang sedang berusaha mengeluarkan tas koper besar dari bagasi mobil. Orang itu menarik-narik kopornya. Tapi, karena tas itu berukuran besar dan bebannya berat, ia tak berhasil mengangkatnya. Segera pemuda itu menghampiri orang yang sedang dalam kesulitan ini. Berdua mereka menggotong kopor besar itu sampai ke trotoir.

Orang yang punya kopor ini, kemungkinan, belum makan. Di depan dia ada yang berjualan burger. Ia bermaksud membeli satu burger. Saat hendak membayar, tidak sengaja matanya melihat seorang tunawisma di dekat penjual burger itu. Sambil mukanya menengok ke kanan, di mana si tuna wisma sedang duduk, ia berkata kepada penjual burger, “Dua saja!” Penjual burger, melihat kejadian itu, dia berikan bonus kepada pembeli baik hati ini, gratis segelas minuman.

Pemuda ini memberikan satu burger dan segelas minuman kepada si tuna wisma. Dengan senang hati, tuna wisma itu, yang tampaknya, memang, sedang lapar menerima pemberian menarik ini. Ia melirik ke kiri. Rupanya, sekitar 5 meter, ada temannya, seorang wanita. Ia hanya memakan burgernya, sedangkan minuman diberikan kepada teman sesama tunawisma.

Seorang wanita lainnya, di sebuah restoran, baru saja menikmati hidangan. Namun, dari raut wajahnya terlihat, ia sedang punya masalah yang berat.

Wanita yang tadi mendapat minuman dari temannya, membeli sekuntum bunga. Ia berjalan mendekati halaman restoran. Dia hadiahkan bunga itu kepada ibu yang kelihatannya sedang galau itu. Kedua perempuan ini menampakkan wajah ceria.
Pelayan restoran, seorang remaja, membersihkan meja makan. Didapatinya pada kertas receipt sisipan beberapa lembar uang dolar. Itu adalah uang tip dari si ibu yang tadi makan di situ. Tentu saja ia sangat gembira dengan uang persen yang banyak itu.

Belum selesai dia kaget dan gembira atas pemberian itu, matanya melihat seorang pekerja berat bermandikan keringat, dipinggir jalan, tepat di depan restoran. Ia ambil segelas air dingin dan dihadiahkannya kepada lelaki berotot besar itu.

Persis seperti dalam  iklan-iklan minuman berenergi, si pria tadi tampak menjadi sangat segar dengan senyum dikulum.

Di mana tayangan video You Tube, tanpa kata-kata, yang saya tonton 9 hari lalu itu terjadi? Dari mata uang yg diterima pelayan restoran dan, terutama, dari kantong kertas yang si nenek bawa, besar kemunginan, rangkaian kebaikan itu, terjadi di Amerika Serikat.

Semua kejadian di atas melibatkan orang-orang dalam berbagai usia: remaja, pemuda, orang tua, nenek-nenek; ras : kulit putih dan kulit berwarna; profesi dan kelas sosial: pekerja kasar, pelayan restoran, penjual burger, tunawisma, orang bermobil, dan pengunjung restoran.

Dari rangkaian kebaikan di atas, kira-kira, pesan apa yang Anda dapatkan?

Saya menangkap kesan bahwa perbuatan baik itu melintasi perbedaan-perbedaan usia, ras, kelas sosial, dan -saya kira juga- agama.

Kalau Anda berkesempatan menonton video ini, akan Anda saksikan wajah-wajah yang melakukan bantuan, selalu ceria. Hal ini menunjukan bahwa kegiatan menolong itu membahagiakan.

Dari sisi besar dan jenis pertolongan, tampak bahwa sekecil apa pun dan dalam bentuk apa pun, bagi yang memerlukannya, bantuan itu sangat berarti.

Ciomas, bakda asar, 11 Agustus 2012
Salam,
Jonih Rahmat
Penulis Buku Nasional Best Seller
“MALAIKAT CINTA – Sisi Lain ibadah Haji yang Menyentuh Hati”
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Categories: # Kisah-Kisah Inspiratif # | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: