BAHAGIA BERSAMA TUKANG OJEG

Sharing ramadhan 2012-14:

Deru puluhan suara motor memecah keheningan saat-saat menjelang berbuka puasa. Seratus empat puluh tiga pengojeg dengan berbagai merek motor, memasuki halaman Yayasan Yatim Ar-Rahmah di Ciomas, Bogor. Mungkin sudah pada janjian, mereka datang, hampir bersamaan. Dengan diiringi rebana, terdengar sura:

Thola’al badru ‘alayna.
Min-tsaniyyatil wada’
Wajabasy syukru ‘alayna.
Ma da’a lillahi da’

Ayyuhal mab’u-tsu fiina.
Ji’ta bil amril mutho’
Anta ghow-tsuna jami’a.
Ya mujammalath thiba’

Anak-anak kami menyambut tukang-tukang ojeg itu dengan ‘Thala’al badru…; sama seperti penduduk Yatsrib yang sejak berhari-hari menunggu kedatangan Nabi saw. di kota mereka, menyambut orang mulia dari Makkah itu dengan syair indah ini.

Majelis, ruang serba guna tempat anak-anak belajar mengaji, salat berjamaah, dan menerima tamu; tak mampu menampung para pengojeg itu.

Al-Wasilun, orang-orang yang menyambungkan jalan raya -di mana angkutan umum berhenti -dengan rumah-rumah para penumpang -yang kelelahan sehabis kerja, ini sejenak melepaskan tugas rutinnya. Mereka menghadiri undangan berbuka bersama yang dilaksanakan hanya setahun sekali.

Para pengendara motor ini, sebagian besar sudah berumur. Beberapa di antaranya sudah berusia senja. Tapi, ada juga yang masih belia. Bapak-bapak ini, setiap hari, mengukur jalanan bukan karena memang punya kendaraan roda dua; bukan pula sebab senang jalan-jalan; bukan juga sebab pekerjaan itu tidak membosankan. Mereka melakukannya, karena memerlukannya. Perlu untuk mendapatkan uang, untuk menafkahi anak-istri.

Segera setelah azan magrib berkumandang, serentak semua melakukan tajil dengan air kemasan, dan dilanjutkan dengan menikmati nasi kotak, yang sengaja kami masak.

“Yang sudah makan, silakan mengambil air wudu, di belakang ruangan ini,” seru saya.

Sebagian dari pengojeg ini, sebelum berangkat ke tempat kami, sudah punya wudu duluan; mereka langsung salat mahrib. Sebagian lainnya, baru menuju tempat wudu; dan sebagian besar dari mereka, paling tidak waktu itu, tidak melaksanakan salat magrib. Biarkan. Pelan-pelan saja.

“Tolong semua kembali masuk ke Majelis. Berdesak-desakan saja, tak apa. Anggaplah sedang dalam kereta Bogor-Jakarta, pagi hari; atau…sedang di kendaraan umum, saat mudik ke kampung halaman,” saya berteriak-teriak, tanpa pengeras suara.

“Terima kasih, Bapak-bapak sudah berkenan bersilaturahmi kembali bersama kami. Semoga Allah anugerahkan kepada Bapak-bapak, beserta keluarga semua: kesehatan dan keberkahan.”

“Amien!” dengan suara keras, serentak mereka menjawab.

“Ada sedikit rezeki untuk Bapak-bapak dan keluarga: beras tiga liter, indo mie lima bungkus, sirup satu botol, dan sarung untuk Bapak-bapak salat. Jadi, waktu sibuk-sibuk narik, sempatkan sebentar saja untuk salat. Kalau karena sangat banyak penumpang, sehingga “tak bisa” salat zuhur, misalnya, jangan tidak dilakukan salat itu. Salat saja zuhur dan asar di waktu asar. Atau, kalau waktu zuhur senggang -untuk jaga-jaga, barangkali asar sampai magrib penumpang membludak; lakukan juga asar, segera setelah salat zuhur,” saya berkhotbah seolah seorang ustaz.

“Pak Abas,…Pak Midun,…Pak Oji…, Pak Cece…, Pak Opan….,” seorang anak kami memanggil nama-nama mereka, satu persatu, sementara anak lainnya memberikan bingkisan sederhana tadi.

Walau hanya mendapat hadiah ala kadarnya, wajah-wajah mereka tampak ceria. Itulah “ritual tahunan” bersama orang-orang kecil, para Tukang Ojeg dan “Pak Ogah”-pengatur lancarnya lalu lintas di simpang tiga.

“Bahagiakanlah orang-orang miskin itu, meskipun hanya dengan segelas air; gembirakan mereka, walaupun hanya dengan seulas senyuman.”

Ciomas, bakda tarawih,15 Agustus, 2012

Salam,
Jonih Rahmat
Penulis Buku Nasional Best Seller
“MALAIKAT CINTA – Sisi Lain ibadah Haji yang Menyentuh Hati”
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Categories: # Kisah-Kisah Inspiratif # | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: