CINTA ITU WALAUPUN BUKAN KARENA

Sharing ramadhan 2012-1:

Sekelompok orang berduyun-duyun mendatangi rumah Al-Junaid Al-Baghdadi. Dari halaman rumah, mereka berteriak-teriak, “Guru, Aku mencintaimu. Kami cinta kamu!” berulang-ulang.

Semakin rombongan itu mendekati rumah, semakin jelaslah suara itu terdengar.

Al-Junaid mengambil segenggam kerikil. Dilemparkanlah batu-batu kecil itu ke arah kerumunan orang di depan rumah. Ia ambil lagi batu-batu itu, dan dilempar-lemparkannya kembali kepada orang-orang yang berkata “Aku Mencintaimu” itu.

Mendapat lemparan batu, para pencinta itu, menjauh dari Sang Guru. Para murid itu, mengambil langkah seribu, kocar-kacir berlarian. Sambil berteriak menahan sakit, mereka lari tunggang-langgang.

Setelah suasana agak tenang, Al-Junaid berkata kepada orang-orang itu, “Katanya kalian cinta aku, tapi, kok, pada berlarian?”

“Tapi, mengapa Guru melempari kami, padahal kami mencintaimu?” Jawab para pencinta itu.

Sang Guru Sufi kemudian berkata kepada mereka, “Kalian bohong. Katanya cinta, tapi kalian berlari menjauh dariku. Kalau kalian benar-benar cinta padaku, tidak selayaknya kalian meninggalkanku. Apa pun yang terjadi!

“Janganlah kalian mencintai seseorang KARENA sesuatu yang ada pada orang itu. Tapi, cintailah dia WALAUPUN berbagai halangan menghadang.”

Rabiah Al-Adawiyah pernah membawa-bawa ember berisi air, di tangan satu; dan obor yang menyala-nyala, di tangan yang lain. “Akan aku bakar surga, agar orang-orang tidak beribadah KARENA ingin pahala; akan aku siram neraka supaya orang menjauh dari dosa bukan KARENA takut siksa!”

“Aku ingin, setelah ini, hamba-hamba Tuhan akan menyembah-Nya hanya sebab cinta!”

Rabiah pun pernah berdoa:
”Tuhanku, kalau aku mengabdi kepada-Mu karena takut akan api neraka, masukkanlah aku ke dalam neraka itu dan besarkan tubuhku di dalamnya, sehingga tak ada tempat lagi di neraka bagi hamba-hamba-Mu yang lain. Namun, kalau aku menyembah-Mu karena menginginkan surga-Mu, berikan surga itu kepada hamba-hamba-Mu yang lain. Bagiku, Engkau sudah cukup.”
Sufi besar ini, mencintai Tuhan secara totalitas. Bukan KARENA surga atau neraka, MESKIPUN untuk itu, ia menjalani hidup yang tidak mudah.
Kecintaannya kepada Tuhan melebihi segalanya. Tanpa mengharap imbalan apa pun. Itulah bukti cinta sejati.

Lembaga-lembaga Ketahanan menyelenggarakan Pelatihan Bela Negara, dengan maksud, antara lain, untuk membangkitkan kembali rasa cinta kita pada negara. Para seniman suara dan musik menciptakan INDONESIA TANAH AIRKU, INDONESIA TANAH AIR BETA, hingga GEBYAR-GEBYAR; untuk mengingatkan agar cinta kita pada Indonesia semakin membara. Itu semua adalah demi menjunjung kesatuan dan persatuan bangsa: Cinta Indonesia.

Dan, walau berbagai pergolakan ekonomi, politik, sosial, budaya, hingga perkara-perkara kriminal; yang kadang menggetarkan jiwa, mewarnai negeri ini (semoga di waktu yang akan datang kondisi negeri ini semakin membaik), kita tetap cinta Nusantara.

Kita cinta Indonesia, WALAUPUN para penguasa negerinya suka berebut tempat untuk duduk mereka. Kita cinta Indonesia, WALAUPUN rakyat kecilnya sering tidak kebagian rezeki. Kita cinta Indonesia WALAUPUN waktu awal puasa warganya sering berbeda. Kita cinta Indonesia, tanpa syarat; karena cinta itu WALAUPUN, bukan KARENA.

Peribahasa Perancis mengatakan:

“L’amour N’est Pas Parce Que Mais Malgre”
“Cinta itu walaupun, bukan karena!”

Semoga Tuhan anugerahkan keberkahan ramadan kepada kita semua.

Ciomas, 20 Juli 2012
Salam,
Jonih Rahmat
Penulis Buku Nasional Best Seller
“MALAIKAT CINTA – Sisi Lain ibadah Haji yang Menyentuh Hati”
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Categories: # Kisah-Kisah Inspiratif # | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s