MALAIKAT CINTA

9789792271164.jpg

“… ceritanya seru dan very inspiring.”

Erry Ferliani, Jakarta.

“Membaca pengalaman haji Kang Jonih, saya meneteskan air mata.”

Helmy Djamil, Singapura.

“Sejujurnya saya sampaikan, jadi ingin pergi haji lagi!”

Benny Bensaman, Papua.

”Imajinasi saya langsung turut merasakan kehadiran di lokasi bagaikan kamera!”

Slamet Budhiharto, Bandung.

“Ingin tertawa, ingin menangis juga. Bahasanya sederhana, namun penuh ‘pengalaman mistis”’.

Arif Mulyadi, penulis buku laris “Dicintai Allah dengan Shalawat”.

“Buku ini menggiring saya untuk makin bergelora agar segera berkunjung ke tanah suci. Haru, senang, sedih, dan takjub; disajikan dengan rancak oleh penulisnya.”

Dodi Mawardi, penulis buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”.

“Buku tentang berhaji yang bahkan untuk saya yang tidak wajib berhaji terasa begitu inspiratif. Keluwesan bertutur dan keluasan cakrawala pengetahuan penulis membuat buku ini amat layak Anda baca hingga titik terakhir!”

Anang Y.B., penulis buku autokritik “Sandal Jepit Gereja” & pengelola http://www.GhostwriterIndonesia.com.

“Tuhan bersabda, ‘Mintalah, maka itu akan diberikan kepadamu’ (Luk11: 9). Pengalaman penulis menunaikan ibadah haji merupakan bukti bagaimana Tuhan menepati sabda-Nya. Dituturkan dengan ringan namun penuh makna, buku ini merekam perjalanan seorang hamba ke rumah Tuhannya dan menginspirasi pembacanya, tidak hanya umat Islam, untuk juga melakukan peziarahan mereka sendiri.”

Woro Ireng Renoati, psikolog.

“Ibadah haji sesungguhnya adalah perjalanan cinta seorang hamba menuju Sang Maha Pencinta. Dan ketika cinta yang menjadi landasannya maka segala keajaiban akan terjadi. Dengan gaya bahasa bertutur yang mengalir lancar Jonih membuktikan berbagai keajaiban yang ia alami sendiri. Sesuatu yang bisa terjadi pada siapa saja yang melakukan sesuatu dengan penuh cinta.

Arvan Pradiansyah, penulis best seller “The 7 Laws of Happiness” & Narasumber talkshow Smart Happiness di SmartFM Network.

“Ada ajaran agama berupa teks Kitab Suci yang kita amalkan menjadi ibadah lahiriah formal, lalu kita sertai dengan kontemplasi yang mendalam sehingga menjadi pengalaman spiritual yang transendental, lalu dimanifestasikan berupa cinta terhadap sesama menjadi karya-karya sosial; maka sempurna-utuhlah agama itu. Jonih sudah memelakukan dan mengalami itu semua. Ia telah merasakan nikmatnya beragama yang penuh makna, bukan semata citra; agama yang kemesraan bersahabat dengan Tuhan sama indahnya dengan kemesraan bercengkrama dengan anak yatim dan fakir miskin; agama yang rahasia Tuhan menjelma menjadi tawa ceria kaum dhuafa. Jonih sudah bisa bercanda dengan Allah. Dengan buku ini Jonih membukakan pilihan bagi kita bagaimana memaknai haji: sekadar ritualisme berbalut shopping atau dengan jihad berbalut takwa dengan pulang membawa oleh-oleh cinta universal.”

Ustaz Wahfiudin.

“Kisahnya mengharukan, menyentuh kalbu, menggugah rasa, mampu menginspirasi dan menggerakkan Anda untuk semakin mencintai Nabi dan Sang Pencipta. Anda juga akan menemukan puisi rohani dan doa-doa yang sangat indah dan bisa Anda gunakan.” (gramedia.com)

Categories: Ibadah Haji, Karya Tulis, Motivasi | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: