Konsep Islam Tentang Sakit

Seri Keadilan Allah Bagian [1]

Semoga salawat dan salam tercurah untuk Rasulullah dan ummatnya.

Tidak ada satu pun kejadian/peristiwa/musibah yang terjadi di muka bumi atau yang terjadi pada diri kita semua, melainkan sudah termaktub di dalam ketentuan-Nya.

Allah adalah Maha Kasih Sayang kepada makhluk-Nya. Salah satu cara Allah memberikan kasih sayang-Nya adalah lewat ujian/cobaan. Musibah yang menimpa kita adalah atas kehendak-Nya dan merupakan ujian dari Nya. Kalau Dia tidak lagi sayang kepada kita, maka kita tidak akan diikut-sertakan dalam ujian tersebut. Melalui ujian kita diberi kesempatan untuk naik ke level yang lebih tinggi atau kebalikannya, tergantung kita mensikapinya.

Memang dalam kondisi sehat -tidak terkena musibah- kita sangat leluasa untuk melakukan kegiatan apapun. Namun, dengan keadilan-Nya dalam kondisi sakit/tertimpa musibah Dia memberikan kompensasi dalam bentuk lain : dosa-dosa terampuni dan doa mudah dikabulkan. Karenanya, kepada orang yang sedang sakit, dianjurkan untuk memanfaatkan fasilitas ini : banyak berdo’a. Bahkan Rasulullah menganjurkan para penjenguk untuk meminta orang sakit untuk mendoakan mereka yang sehat karena dalam keadaan sakit dan tak berdaya itulah do’a si sakit didengar Allah. Jadi bukan hanya si sehat mendo’akan kesembuhan bagi si sakit.

***

Allah juga berkunjung kepada orang yang sakit sembari berkata, “Wahai hamba-Ku ! Kesehatan menyatukan engkau dengan dirimu, sedangkan sakit menyatukan engkau dengan Aku.”

Ketika menjenguk orang sakit, Nabi saw. mengatakan, “Jangan cemas, (penyakit ) ini adalah proses penyucian diri, atas kehendak Allah.”

Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah r.a. : Nabi saw. pernah bersabda, “Keletihan (karena kerja keras), penyakit, kesedihan, kepiluan, luka, dan musibah yang menimpa seorang muslim, dan ia menerimanya dengan penuh kesabaran, adalah kiffarah Allah yang menghapuskan sebagian dari dosa-dosanya (Shahih Bukhari).

***

Ali Zainal Abidin pernah berkata : “Ya Allah saat mana yang lebih Engkau senangi untuk aku syukuri, di saat sakit atau di saat sehat ? Di waktu sehat Engkau mudahkan aku untuk beribadah kepada-Mu tetapi di kala sakit Engkau ampuni dosaku dan Engkau maqbulkan do’a ku

Orang yang sakit, yang ketika sehat dia biasa melakukan aktifitas-aktivitas positif, maka ketika sakit dan tidak bisa melakukan aktivitas tadi, maka Allah mencatat diamnya sebagai melakukan amalan yang biasa ia lakukan ketika sehat. Dalam hadist dikatakan :

Ketika seorang hamba diberi sakit pada
badannya, maka Allah berkata kepada malaikat “tulislah kebaikan-kebaikan
yang biasa dilakukannya ketika sehat, kalau ia sembuh mandikanlah ia dan
bersihkan. Kalau ia meninggal maka Allah mengampuninya
” (H.R. Ahmad)

***

Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan suatu bencana lalu ia sabar dan tidak mengadukan-Ku kepada para pembesuknya maka Aku akan menggantikannya dengan daging yang lebih baik dari dagingnya, dan dengan darah yang lebih baik dari darahnya. Apabila Aku menyembuhkannya maka Aku menyembuhkannya dalam keadaan tanpa dosa dan jika Aku mematikannya maka ia akan kembali kepada rahmat-Ku (HR. Malik dalam al-Muwaththa’ & Baihaqi, dari Abu Hurairah)

Demi Allah yang nyawaku berada di tangan-Nya, tiada seorang mu’min yang dirundung rasa susah, sedih, capai dan duka, sampai-sampai pun bila ia terkena duri, melainkan Allah akan menebus dosa-dosanya dikarenakan itu semuanya.”

Do’a kami untuk kawan-kawan yang sedang menerima cobaan/sakit (do’a yang biasa dibacakan Nabi saw ketika menjenguk orang sakit) :

Adzhibil ba’sa rabbannas (Hilangkanlah penyakitnya, wahai Tuhan manusia).

Isyfi wa antasy syafie (Sembuhkanlah karena Engkaulah Maha Penyembuh).

Laa syifaa illaa syifaauka (Tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu).

Syifaan laa yughodiru syaqoma. (Kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit). Amien.

Ditulis oleh : Bapak H.Jonih Rahmat

Categories: Artikel | Tags: | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: